Musik dan Islam

Bookmark and Share

Musik dan Islam, Meskipun dalam Islam ada yang membolehkan dan melarang bermusik, musik tetap saja mampu memberikan inspirasi dan relaksasi kehidupan. Kita tidak bisa menapikan bahwa banyak ritual keagamaan dalam Islam menggunakan unsur-unsur musikalitas yang begitu harmonis, syahdu dan mampu menyentuh kedalaman rasa untuk menghadirkan ghirah ketuhanan dalam menjalani kehidupan. Ketika jiwa merasa tak tentram, gundah dan resah akan kenyataan hidup, kumandang adzan yang lirih dan menyentuh akan sanggup meluruhkan air mata kesadaran akan ketiadaan diri sebagai makhluk yang tak sempurna. Gemericik air yang jatuh ketika berwudlu serta alunan ayat-ayat suci Al-Qur’an mampu menggetarkan, menggentarkan hingga meruntuhkan kesombongan dan amarah seseorang. Hidayah yang menjadi rahasia Sang Pemberi bisa datang melalui perantara musikalitas yang imani. filusuf seperti Al-Kindi, Al-Farabi, hingga Ibnu Sina bahkan mengembangkan teori terapi musik untuk pengobatan, menjaga harmoni fisik dengan hati dan pikiran, menumbuhkan keseimbangan antara emosi, raga dan jiwa di zaman keemasan peradaban Islam. Mereka mempercayai bahwa suara yang berharmoni mampu membangkitkan kehidupan, menimbulkan efek yang menggugah spirit seseorang.
Islam merupakan agama yang sempurna, rahmatan lilalamin. Fleksibel, accountable, reasonable dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai syariah merupakan karakteristik Islam. Syiar dan dakwah saat ini tidak lepas dari dukungan musikalitas rohaniah, religiusitas dan spiritualitas yang kental. Sebut saja lagu-lagu religi Opick, syair yang sarat makna diiringi dengan nada-nada yang penuh harmoni, disertai dengan suara yang penuh penjiwaan dan penghayatan, bisa membuat hati bergetar meresapi maknanya. 

sumber: www.alenatore.com 

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Posting Komentar

Powered By Blogger