Kebijakan BBM Tak Pasti, Saham Unggulan Jatuh

Bookmark and Share
http://media.vivanews.com/thumbs2/2012/01/09/139254_pembatasan-bahan-bakar-minyak--bbm--bersubsidi_300_225.jpg
VIVAnews - Pemerintah belum memutuskan kapan pembatasan atau pengendalian konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi diberlakukan. Ketidakpastian itu akhirnya ikut berpengaruh pada transaksi saham di Bursa Efek Indonesia selama beberapa hari terakhir.
Menurut pengamat pasar modal, David Cornelis, isu pembatasan BBM yang belum jelas dari rencana semula awal Mei mendatang turut mempengaruhi minat beli investor terhadap sejumlah saham di lantai bursa. "Terutama, saham-saham unggulan, meski tidak berdampak langsung terhadap performa perseroan," kata David kepada VIVAnews di Jakarta, Jumat 27 April 2012.

Selain itu, dia menambahkan, faktor eksternal seperti laju perekonomian China yang diharapkan tidak terlalu terpuruk juga menjadi pertimbangan investor. Sementara itu, Amerika Serikat yang diharapkan membaik lebih cepat dan harapan ada kebijakan dari petinggi Uni Eropa yang tepat sasaran, juga akan menjadi fokus perhatian pemodal.

"Faktor teknis juga mendukung. Ketika market punya kecenderungan naik, tapi dalam jangka pendek sedang flat, saham non blue chips menjadi target para investor dan masuk dalam radar para manajer investasi untuk melakukan strategi switching and rebalancing," tuturnya.

Sementara itu, pada penutupan transaksi akhir pekan ini, sejumlah saham papan atas penggerak pasar sebagian besar terkoreksi.

Saham PT Astra International Tbk (ASII) terkoreksi Rp50 (0,07 persen) ke level Rp70.700. Sementara itu, saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp2.250 (3,76 persen) menjadi Rp57.550.
Selanjutnya, saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) melemah Rp700 atau 1,62 persen di posisi Rp42.300, dan PT  Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) terkoreksi Rp450 (2,53 persen) ke level Rp17.300.
Saham grup Astra lainnya, PT United Tractors Tbk (UNTR) turun Rp350 atau 1,16 persen menjadi Rp29.750. Sedangkan saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) melemah Rp25 (0,74 persen) menjadi Rp3.375. (art)

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Posting Komentar

Powered By Blogger